Salam Investasi,
Disini kita akan mencoba menggali alasan beberapa orang berinvestasi, mengapa banyak yang takut berinvestasi, metode berinvestasi dan pengolahan investasi secara sederhana.
Mengapa Berinvestasi?
Seperti diketahui, Dunia terus saja berkembang menuju era modernisasi. pekerjaan dilakukan dari harus pergi ke luar untuk mengumpulkan makanan, menanam dan berburu, menukar hasil, berdagang hingga muncul mata uang dan ketika internet membuka cakrawala baru dalam wajah ekonomi dunia maka Investasi menjadi marak dan bertumbuh sangat pesat.
Diluar alasan itu, pertumbuhan menuntut hasil kerja yang semakin baik namun tidak diikuti dengan bertambahnya waktu karena waktu dari kapanpun dan dimanapun tetap 24 jam dalam sehari. sehingga efisiensi dan optimalisasi pekerjaan sangat dituntut dalam era globalisasi saat ini. Persaingan juga semakin ketat sehingga siapapun yang ketinggalan informasi, akan tertingal jauh di belakang, terasingkan dan mati menderita. Oleh karena itu dalam era Globalisasi dan Informasi ini, seseorang dituntut berpikir luas dan bertindak dalam waktu sesingkat mungkin.
Investasi konon sudah ada sejak ribuan tahun lalu, namun investasi mulai dilirik pada saat booming ekonomi terutama pada revolusi ekonomi.
dalam bukunya, Robert T. Kiyosaki menggambarkan posisi seseorang dalam ekonomi dalam sebuah kuadran: kuadran E ('employee'), kuadran S ('self employee'), kuadran B ('business owners'), dan kuadran I ('investor').
Kuadran E (Employee) atau pekerja
pada kuadran E, seseorang hanya bekerja pada sebuah perusahaan dan mendapatkan gaji sebagai upah dari pekerjaan yang dia lakukan. dalam kuadran ini banyak sekali yang berkecimpung namun sangat sedikit yang menjadi 'super kaya'. Cara agar bisa sukses dalam bidang ini adalah bersikap profesional, pintar, inisiatif tinggi dan konsisten.
banyak yang ikut karena setiap lulusan sekolah dan sekolah tinggi di Indonesia selalu terfokus pada mencari kerja di perusahaan dan mulai mendapatkan gaji.
namun pada prakteknya, tidak mungkin dalam setiap perusahaan mempunyai banyak sekali pekerja yang mempunyai kedudukan setingkat atau diatas manager. yang biasa dalam satu perusahaan punya komposisi perbandingan kira-kira 1 Direktur, 5 manager, 15 Supervisor dan 40 karyawan. maka untuk mencapai kedudukan manager menjadi sulit apalagi jika managernya adalah keluarga dari pemilik usaha tersebut.
sehingga seorang pekerja sangat sulit untuk mendapat promosi di suatu perusahaan, terlebih pada perusahaan yang cukup besar. Dari situ secara otomatis juga sangat sulit untuk menjadi Sejahtera dalam dunia kerja.
Kebaikan dari kuadran ini adalah Gaji bisa diukur dan pendapatan stabil. ancaman hanya datang jika kita terkena PHK. modal tidak dibutuhkan disini, hanya kemampuan kita yang menentukan.
Keburukan dari kuadran ini adalah seberapa besar kita berhasil, bukan kita yang menikmati hasilnya secara langsung, boss anda lah yang tersenyum paling lebar jika terget tercapai. Mungkin bonus akan datang, namun jarang sekali yang jumlahnya cukup besar.
Ibarat menjadi ekor macan, orang itu tetaplah ekor yang kurang diperhatikan. Berbeda dengan kepala Kucing, mungkin kucing jelek, namun kepala kucing akan menentukan kemana arah yang akan dituju dan semua dikerjakan lewat kepala. sehingga bahagia, senang, sedih, untung dan rugi semua milik kita sendiri, hasil kerja kita.
Stabilitas gaji bisa jadi bumerang disini, begitu stabilnya sehingga pertumbuhan gaji cenderung sangat kecil apalagi jika tidak diiringi dengan kenaikan kedudukan di kantor.
Kuadran S (Self Employee) atau bekerja sendiri
dalam kuadran ini, kita bekerja sendiri dan terjung langsung ke lapangan sendiri, seperti Dokter, Pengacara dan profesi lainnya.
Kebaikan dari kuadran ini semua hasil yang didapat akan langsung dinikmati oleh kita sendiri.
keburukan dari kuadran ini adalah sangat sulit mencapai suatu kesejahteraan, kecuali jika konsisten dan berperforma sangat baik sehingga dicari konsumen. Resiko rugi ada jika kita tidak bisa mengolah dengan cukup baik, meskipun keuntungan juga jarang bisa berkembang sangat pesat. Modal finansial tidak begitu besar dan hanya dibutuhkan kemampuan dari kita sendiri.
Cara ini kebalikan dari Employee, namun sama dengan Employee dalam hal keluar tenaga untuk bekerja dan menghasilkan.
Kuadran B (Bussiness Owner) atau Pemilik Usaha
Dalam kuadran ini, kita mempunyai suatu unit bisnis, dimana kita mengambil atau menciptakan produk, mengolahnya dan menjual kepada konsumen. Produknya bisa berupa barang atau jasa.
contohnya adalah pemilik rumah makan, pemilik showroom kendaraan atau pedagang kelontong dan semua pedagang lainnya.
Kebaikan dari kuadran ini adalah kita bisa menikmati hasil dari perusahaan tersebut. hasilnya juga biasanya lebih besar dengan potensi pertumbuhan yang cukup cepat jika mempunyai konsep dan cara olah yang baik. Modal juga biasanya dibutuhkan secara signifikan.
Keburukan dalam kuadran ini yaitu resiko kerugian juga membesar karena semua keputusan ada ditangan kita sebagai owner. kita juga dituntut terjun langsung dan tidak bisa santai sementara orang lain bekerja dan menghasilkan untuk kita.
Kuadran terakhir adalah I (Investor) atau penanam modal
Pada kuadran ini kita bisa santai, semua cukup dilakukan sebentar dan sangat simple. apalagi berkembangnya alat komunikasi mulai dari laptop, handphone cerdas hingga Blackberry dan Modem Internet Wireless membuat bisnis ini dapat dimonitor kapan saja, siapa saja, dimana saja.
Dunia Internet juga sangat berpengaruh dalam perkembangan bisnis Investasi ini.
dalam dunia Investasi, kita hanya cukup menyelidiki instrumen investasi, melakukan transaksi dan menikmati hasilnya nanti.
jika di property dan komoditas mungkin harga naik dan mendapat selisih jual beli. di saham ada kenaikan dari harga saham sehingga mendapatkan untung serta pembagian dividen, di dunia asuransi jika polis asuransi bisa diakhiri tanpa klaim sama sekali.
dalam kuadran ini, uang bekerja untuk kita. kita bisa saja jalan ke luar negeri, bercengkrama bersama keluarga, olahraga atau hanya santai di kafe dan keuntungan akan terus di dapatkan.
Kebaikan dalam kuadran ini adalah untung yang didapat bisa sangat besar jika tepat dan biasa terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Kita sebagai Investor juga tidak harus hadir dalam kegiatan usaha, jadi waktu bisa digunakan untuk tujuan lain.
Keburukan dari kuadran ini adalah pendapatan yang sangat labil (tidak stabil) kehancuran sangat mungkin terjadi secara drastis dan dalam waktu yangsangat singkat, resiko sangat besar dan menuntut profesionalisme yang penuh serta manajemen waktu dan modal yang sangat baik. Modal juga dibutuhkan dalam kuadran ini. semakin besar modal, semakin besar potensi keuntungan yang bisa didapatkan.
konsep High Risk High Gain, Low Risk Low Gain, No risk? No-ngkrong saja tidak usah berbuat apa-apa. Sangat Relevan dalam keempat Kuadran tersebut.
Alasan memilih Investasi
Setelah membaca jabaran singkat diatas, maka disimpulkan seseorang memilih berInvestasi atau menjadi Investor karena :
1. ada kelebihan dari pendapatan atau mempunyai sejumlah modal.
2. mempunyai tujuan menabung dan mendapatkan untung dari modal.
3. berniat mendapatkan keuntungan namun tidak ingin mengorbankan waktu secara signifikan.
4. ingin mendapatkan kebebasan waktu tanpa harus bekerja di kantor dengan waktu yang tetap.
5. berjiwa spekulan dan berani menanggung resiko
Heru Novianto
Sentra Informasi Investasi Terpadu
04 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar dari pembaca